Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Dipenuhi rasa haru dan keakraban. Diselingi berbalas pantun.

Ngaduk santan sambil cerita

Dalam kuali berisi cumi

Dari Kalimantan ke Jakarta

Belajar Budaya Betawi maksud kami

Meriah campur haru, itulah suasana penutupan (pelepasan) KKL di Kampung Budaya Betawi, Situ Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (18/5). Acara yang dilaksanakan di ruang Galleri, kampung Betawi,dimulai pukul 21.00 wib dengan sambutan Syahlan Mattiro, dosen prodi Sosiologi menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf jika ada kesalahan dan khilaf selama KKL dilaksanakan. Lanjut Baca »

Salah satu program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2012 program Studi Pendidikan Sosiologi, FKIP Unlam adalah mengunjungi Kampung Betawi. Sekitar pukul 10.00 wib, rombongan prodi Sosiologi terdiri dari 52 orang mahasiswa dan tiga orang dosen tiba di Perkampungan Betawi, Kamis (17/05).

Perkampungan Betawi terletak di Setu Babakan kel. Srengseng Sawah, kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, menurut Bang Indra, salah seorang pengurus kampung, dikunjungi tamu dalam dan luar negeri. Dalam kata sambutannya saat menerima rombongan Sosiologi diceritakan berbagai aktivitas dan tradisi Betawi.

Nasrullah, seorang dosen yang ikut dalam rombongan menjelaskan kedatangan tim KKL Sosiologi untuk belajar berbagai tradisi Betawi. Bersama Syahlan Mattiro dan Sigit Ruswinarsih, tim dosen Sosiologi yang menyertai, mereka terlihat beramah tamah dengan pengurus kampung Betawi.

Selain disambut bang Indra, hadir juga beberapa pengurus kampung Betawi dengan ramah dan disuguhi berbagi makanan khas Betawi. Sambil mendengarkan penjelasan dan perkenalan, mahasiswa begitu menikmati suguhan kacang rebus, pisang rebus. Setelah beberapa saat, dihidangkan pula makanan khas Betawi. Rombongan KKL Sosiologi menikmati makanan khas Betawi dan diiringi sayup-sayup musik khas Betawi.

Nyak-Babe, kami istirahat dulu ye...

Hingga berita ini disampaikan, rombongan Sosiologi agaknya kekenyangan dan sedang beristirahat. Ada yang berbaring, berdiskusi tentang rencana penelitian dan jalan-jalan sekitar lokasi.

Setelah beristirahat, rombongan akan ditempatkan di berbagai lokasi. KKL di Kampung Betawi Situ Babakan direncanakan akan berlangsung sejak Kamis (17/05) hingga Sabtu (19/5).

Program studi pendidikan  Sosiologi selalu mengadakan kunjungan dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan ke berbagai daerah setiap tahun. Tahun 2012, mahasiswa prodi Sosiologi mengadakan KKL ke Jakarta dengan tujuan melakukan studi banding ke UNJ dan selanjutnya riset lapangan ke kampong Budaya Betawi Situ Babakan. Nah, kedatangan mahasiswa prodi Sosiologi bersama tidak orang dosen; Sigit Ruswinarsih, Syahlan Mattiro dan Nasrullah begitu tiba di bandara  Soekarno Hatta langsung menuju salah satu Production House yang menyelenggarakan OVJ. Lanjut Baca »

Program Studi Pendidikan Sosiologi, FKIP Unlam, mengucapkan Selamat Datang kepada Prof. Dr. Suriani, SH., MA dari UNJ dan Dr. Wahyudi, dari UMM sebagai tim assesor di FKIP Unlam dalam rangka kegiatan asesmen lapangan untuk prodi Pendidikan Sosiologi, tanggal 30 April sampai dengan 2 Mei 2012 .

Abstract

Oleh: Rochgiyanti
Banjarmasin as the capital of South Kalimantan Province is known as a city of a thousand rivers. The city has the name due to geographical conditions Banjarmasin city surrounded by many large and small rivers. One such river is the river that passes through the region Kuin Kuin Village North, South Kuin, and Kuin Cerucuk. The purpose of writing this article is to determine the function of the river for the people living on the banks of the River Kuin. This writing uses qualitative descriptive methods, and data are selected purposively and through snowball sampling, besides interview and observation. The results showed that the river was not only serves as transportation routes, but also serves to economic activity, interaction, and socialization.
Keywords: river function, transportation routes, economic interaction, socialization.
Sungai Kuin Banjarmasin

Hubung, tempat tinggal sementara di tana (lahan pertanian)

Wahyu dan Nasrullah

Dewasa ini kesadaran akan perlunya kearifan lokal mendapat perhatian yang lebih besar dari para ilmuwan dipicu antara lain oleh wacana global tentang kegagalan pembangunan di negara-negara dunia ketiga, oleh semakin merosotnya kualitas lingkungan alam, oleh semakin cepatnya kepunahan pengetahuan-pengetahuan yang menjadi basis adaptasi berbagai komunitas lokal, serta oleh romantisme budaya dan kebutuhan akan jati dirinya di tengah arus globalisasi (Ahimsa-Putra, 2008:2). Selain itu, kesadaran untuk kembali kepada kearifan lokal saat ini karena sering terjadi perubahan iklim yang tidak menguntungkan bagi manusia. Kearifan Petani Bakumpai

Marko: Bukan Sekedar Air Mengalir

BANJARMASIN, B. POST – Sungai bagi warga Kalsel merupakan hal penting dan pernah menjadi urat nadi perekonomian di Banua.

 Wajar, Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Unlam Banjarmasin, pun mengangkat tema Menggali Nilai-nilai Kebudayaan Sungai sebagai Penguatan Karakter Bangsa pada seminar nasional yang digelar di Aula Rektorat Unlam Banjarmasin, Sabtu (31/4). Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.